Senin, 04 Februari 2019

Evaluasi Proses Pembelajaran Matematika

       Assalamualaikum, Wr.Wb 
     

Hallo teman-teman semuanya,selamat datang kembali di blog saya :). Pada kesempatan kali ini saya akan menceritakan hasil observasi yang telah saya lakukan di salah satu SMA Swasta di kota Jambi yaitu pada kelas X IPS 3 pada hari kamis tanggal 31 Januari 2019.

Sebelum saya membahas mengenai  hasil  observasi yang telah di lakukan, ada baiknya kita mengetahui terlebih dahulu apa itu belajar.

Belajar adalah suatu proses atau upaya yang dilakukan setiap individu untuk mendapatkan perubahan tingkah laku, baik dalam bentuk pengetahuan, keterampilan, sikap dan nilai positif sebagai suatu pengalaman dari berbagai materi yang telah dipelajari. Adapun arti belajar sesungguhnya adalah suatu proses perubahan kepribadian seseorang dimana perubahaan tersebut dalam bentuk peningkatan kualitas perilaku, seperti peningkatan pengetahuan, keterampilan, daya pikir, pemahaman, sikap, dan berbagai kemampuan lainnya.
Namun, pada saat ini permasalahan-permasalahan pada dunia pendidikan sering kali ditemukan, sehingga tujuan sebenarnya yang ingin dicapai dalam pembelajaran sering terhambat.
Adapun berdasarkan observasi yang telah dilakukan di salah satu SMA Swasta di kota Jambi yaitu pada kelas X IPS 3 pada hari kamis tanggal 31 Januari 2019 didapatlah beberapa permasalahan yaitu: 
1.    Identifikasi Masalah
Ø Motivasi siswa untuk belajar masih sangat kurang, hal ini terlihat dari proses pembelajaran ketika sudah dimulai masih ada siswa yang belum mengeluarkan buku dan alat tulis, bermain hp, bercermin, sibuk mengobrol dengan teman sebangku maupun posisi duduk yang terlalu santai
Ø Kondisi kelas kurang kondusif terlihat dari keributan yang dibuat oleh siswa baik ketika guru sedang mencatat di papan tulis maupun ketika menerangkan materi pelajaran
Ø Kelompok belajar yang berjalan kurang efektif
2.    Akar Penyebab Permasalahan
Dari beberapa permasalahan yang terjadi ditemukanlah akar penyebab dari permasalahan tersebut yaitu:
Ø  Kurangnya motivasi siswa untuk belajar sehingga siswa tidak mengetahui untuk apa sebenarnya mereka belajar
Ø  Guru kurang dapat mengontrol kondisi kelas
Ø  Pembagian anggota-anggota dalam kelompok yang rata-rata homogen sehingga tidak ada yang bisa menjadi pembimbing dalam kelompok tersebut



3.    Tindakan Perbaikan
Setelah ditemukan akar penyebab yang menjadikan permasalahan tersebut terjadi maka dilakukanlah tindakan perbaikan, yaitu:
Ø Guru harus memberikan motivasi kepada siswa sehingga mereka tahu dan bisa memahami untuk apa mereka mempelajari materi tersebut
Ø Guru harus lebih tegas lagi kepada siswa
Ø Memberikan teknik belajar yang tepat baik dari model, metode, maupun strategi. Andaikan membagikan siswa menjadi beberapa kelompok, maka bagikanlah mereka menjadi beberapa kelompok dimana tiap-tiap kelompoknya berisi anggota yang heterogen agar siswa yang satu dengan yang lainnya bisa saling membantu dan membimbing satu sama lain


4.   Tindakan Pencegahan
Ø Guru perlu mengikuti pelatihan untuk meningkatkan kompetensinya dalam segi  menguasai kelas maupun materi dan penyampaiannya.
Ø Benar-benar mempersiapkan diri sebelum mengajar dengan mempersiapkan materi, metode, pendekatan, maupun model yang tepat dan sesuai untuk kelas tersebut

     Menurut pembaca, adakah saran lain yang dapat pembaca berikan selain yang penulis paparkan diatas?



1 komentar:

  1. Dari pemaparan saudari...
    Dapat diketahui bahwa masalah pd kls tsb ada pada guru dan siswanya...
    Menurut saya, masalah2 ts sudah seeing terjadi pada proses pembelajaran...
    Shg hal ini perlu menjadi perhatian agar hal yg sama tidak terjadi lg untuk masa2 yg akan datang..
    Oleh krn itu, perlu ada yg namanya kerjasama antara pemerintah, guru, dan org tua siswa.
    Pemerintah harus lebih memikirkan kualitas seorang guru, dengan cara meningkatkan kompetensi guru dgn adanya pelatihan, setidaknya tiap awal smt diadakan dan dijadikan utk evaluasi bersama.

    Guru harus berani lebih kreatif dlm kelas. Tida hanya fakus menggunakan metode ceramah, guru bisa menggabungkan metode agar siswa tdk merasa bosan.

    Kemudian, adanya kerjasama antara guru dan org tua. Sebagusnya, wali kelas membuat grup (WA) orangtua siswa, sjg jika ada masalah di sekolah, guru bisa menyampaikan masalah tsb dan orgtua bisa melakukan konseling thd anaknya.

    BalasHapus