Assalamualaikum,
Wr.Wb
Hallo
teman-teman semuanya,selamat datang kembali di blog saya :). Pada kesempatan
kali ini saya akan menceritakan hasil observasi yang telah saya lakukan di
salah satu SMA Swasta di kota Jambi yaitu pada kelas X IPS 3 pada hari kamis
tanggal 31 Januari 2019.
Sebelum
saya membahas mengenai hasil observasi yang telah di lakukan, ada baiknya
kita mengetahui terlebih dahulu apa itu belajar.
Belajar adalah
suatu proses atau upaya yang dilakukan setiap individu untuk mendapatkan
perubahan tingkah laku, baik dalam bentuk pengetahuan, keterampilan, sikap dan
nilai positif sebagai suatu pengalaman dari berbagai materi yang telah
dipelajari. Adapun arti belajar sesungguhnya adalah suatu proses perubahan
kepribadian seseorang dimana perubahaan tersebut dalam bentuk peningkatan
kualitas perilaku, seperti peningkatan pengetahuan, keterampilan, daya pikir,
pemahaman, sikap, dan berbagai kemampuan lainnya.
Namun,
pada saat ini permasalahan-permasalahan pada dunia pendidikan sering kali
ditemukan, sehingga tujuan sebenarnya yang ingin dicapai dalam pembelajaran sering
terhambat.
Adapun
berdasarkan observasi yang telah dilakukan di salah satu SMA Swasta di kota
Jambi yaitu pada kelas X IPS 3 pada hari kamis tanggal 31 Januari 2019
didapatlah beberapa permasalahan yaitu:
1.
Identifikasi
Masalah
Ø Motivasi
siswa untuk belajar masih sangat kurang, hal ini terlihat dari proses
pembelajaran ketika sudah dimulai masih ada siswa yang belum mengeluarkan buku
dan alat tulis, bermain hp, bercermin, sibuk mengobrol dengan teman sebangku maupun
posisi duduk yang terlalu santai
Ø Kondisi
kelas kurang kondusif terlihat dari keributan yang dibuat oleh siswa baik
ketika guru sedang mencatat di papan tulis maupun ketika menerangkan materi
pelajaran
Ø Kelompok
belajar yang berjalan kurang efektif
2.
Akar
Penyebab Permasalahan
Dari
beberapa permasalahan yang terjadi ditemukanlah akar penyebab dari permasalahan
tersebut yaitu:
Ø Kurangnya
motivasi siswa untuk belajar sehingga siswa tidak mengetahui untuk apa
sebenarnya mereka belajar
Ø Guru
kurang dapat mengontrol kondisi kelas
Ø Pembagian
anggota-anggota dalam kelompok yang rata-rata homogen sehingga tidak ada yang
bisa menjadi pembimbing dalam kelompok tersebut
3.
Tindakan
Perbaikan
Setelah
ditemukan akar penyebab yang menjadikan permasalahan tersebut terjadi maka
dilakukanlah tindakan perbaikan, yaitu:
Ø Guru
harus memberikan motivasi kepada siswa sehingga mereka tahu dan bisa memahami untuk
apa mereka mempelajari materi tersebut
Ø Guru
harus lebih tegas lagi kepada siswa
Ø Memberikan
teknik belajar yang tepat baik dari model, metode, maupun strategi. Andaikan
membagikan siswa menjadi beberapa kelompok, maka bagikanlah mereka menjadi
beberapa kelompok dimana tiap-tiap kelompoknya berisi anggota yang heterogen
agar siswa yang satu dengan yang lainnya bisa saling membantu dan membimbing
satu sama lain
4. Tindakan Pencegahan
Ø Guru
perlu mengikuti pelatihan untuk meningkatkan kompetensinya dalam segi menguasai kelas maupun materi dan
penyampaiannya.
Ø Benar-benar
mempersiapkan diri sebelum mengajar dengan mempersiapkan materi, metode, pendekatan,
maupun model yang tepat dan sesuai untuk kelas tersebut
Menurut pembaca, adakah saran lain yang dapat pembaca berikan selain yang penulis paparkan diatas?
Menurut pembaca, adakah saran lain yang dapat pembaca berikan selain yang penulis paparkan diatas?
Dari pemaparan saudari...
BalasHapusDapat diketahui bahwa masalah pd kls tsb ada pada guru dan siswanya...
Menurut saya, masalah2 ts sudah seeing terjadi pada proses pembelajaran...
Shg hal ini perlu menjadi perhatian agar hal yg sama tidak terjadi lg untuk masa2 yg akan datang..
Oleh krn itu, perlu ada yg namanya kerjasama antara pemerintah, guru, dan org tua siswa.
Pemerintah harus lebih memikirkan kualitas seorang guru, dengan cara meningkatkan kompetensi guru dgn adanya pelatihan, setidaknya tiap awal smt diadakan dan dijadikan utk evaluasi bersama.
Guru harus berani lebih kreatif dlm kelas. Tida hanya fakus menggunakan metode ceramah, guru bisa menggabungkan metode agar siswa tdk merasa bosan.
Kemudian, adanya kerjasama antara guru dan org tua. Sebagusnya, wali kelas membuat grup (WA) orangtua siswa, sjg jika ada masalah di sekolah, guru bisa menyampaikan masalah tsb dan orgtua bisa melakukan konseling thd anaknya.