Rabu, 20 Maret 2019

REFLEKSI


(Weekly journal)

Nama              :     NUR ZAHARAH
NIM                :     P2A918023
Materi            : Criteria For Authentic Assessment Of Mathematics:  Understanding Success, Failure and Inequality

Question Number
Question
Selasa, 5 Februari 2019
1
Apa yang telah saya pahami?
Yang dapat saya pahami dari materi penilaian autentik bahwasanya penilaian autentik merupakan proses pengumpulan data oleh guru tentang perkembangan dan pencapaian pembelajaran yang dilakukan anak didik melalui berbagai teknik yang mampu menunjukkan bahwa tujuan pembelajaran telah benar-benar tercapai dengan baik, sehingga anak didik mampu menguasai materi pembelajaran yang telah disampaikan, jadi penilaian autentik menilai apa adanya secara keseluruhan proses pembelajaran, tidak direkayasa maupun dimanipulasi.
Ternyata ada beberapa aspek yang dinilai dalam penilaian autentik, yaitu: dari segi kurikulum, keterlaksanaannya oleh guru, keterlaksanaannya oleh siswa, motivasi belajar siswa, keaktifan para siswa dalam kegiatan belajar dan interaksi guru dan siswa.

2
Apa yang belum saya pahami?
Mengenai penilaian autentik ini, ada beberapa hal yang belum saya pahami, diantaranya:
a. Saya belum memahami betuk-bentuk penilaian autentik secara spesifik
b.  Dalam suatu proses pembelajaran, penilaian autentik menilai hasil belajar dari aspek apa saja

3
Usaha-usaha apa saja yang dilakukan supaya saya paham?
Berdasarkan beberapa hal yang belum dipahami seperti yang dipaparkan pada pembahasan sebelumnya, usaha-usaha yang dilakukan agar segera paham yaitu dengan cara:
a.    Mencoba memahami kembali materi tentang penilaian autentik dalam pembelajaran matematika dan lebih lengkap lagi mencari materi pembahasannya dengan literasi di internet dan buku
b. Berdiskusi dengan teman dengan bertanya dan minta penjelasan kembali kepada teman.

4
Apa yang saya dapatkan dari diskusi dengan teman?
Ada beberapa hal yang saya dapatkan dari diskusi dengan teman saya yaitu:
a.      SNW, dia adalah salah satu teman saya di program studi Magister Pendidikan Matematika UNJA angkatan 2018. Berdasarkan hasil diskusi dengan beliau, ternyata beliau mengatakan bahwa bentuk-bentuk penilaian autentik banyak macamnya yaitu bisa dengan unjuk kerja, penugasan (project), kinerja (hasil karya/product), portofolio (kumpulan kerja siswa), maupun penilaian diri (self assessment)
b.     NA beliau adalah teman saya yang menjadi guru di salah satu SMP di kota jambi, berdasarkan diskusi dengan beliau, yang saya dapatkan ternyata dalam suatu proses pembelajaran, penilaian autentik menilai hasil belajar dari aspek domain kognitif, afektif, dan psikomotor, baik yang tampak sebagai hasil akhir dari suatu proses pembelajaran, maupun berupa perubahan dan perkembangan aktivitas, dan perolehan belajar selama proses pembelajaran didalam kelas maupun diluar kelas.

5
Apa yang saya berikan kepada teman?
Berdasarkan diskusi saya dengan teman yang saya temui, ada beberapa hal yang dapat saya berikan:
a.    SNW, Diskusi membahas penilaian autentik membuat kami saling mengerti dampak yang akan dihasilkan dari setiap poinnya
b.    NA, kepada beliau saya mengatakan bahwa saya menerima apa yang disampaikan beliau.





(Weekly journal)

Nama              :  NUR ZAHARAH
NIM                :  P2A918023
Materi            : Penilaian Afektif dalam Pembelajaran Matematika

Question Number
Question
Kamis, 14 Februari 2019
1
Apa yang telah saya pahami?
Yang dapat saya pahami dari materi penilaian afektif bahwasanya penilaian afektif berkaitan dengan sikap dan nilai, dimana ranah afektif mencakup watak perilaku seperti perasaan, minat, sikap, emosi, dan nilai. Pada penilaian afektif harus dibangun beberapa keyakinan yaitu:
Ø keyakinan tentang diri sendiri sebagai pembelajar matematika
Ø Keyakinan tentang peran guru matematika termasuk aspek metodologi,  sumber pengajaran yang digunakan, interaksi antar guru dan murid.
Ø Keyakinan yang sesuai dengan konteks sosial dan keluarga, berkaitan dengan minat dan harapan orang tua dan teman sekelas
Ø Sikap dan reaksi emosional terhadap matematika dan pembelajarannya; tingkat kecemasan, takut salah, rasa kegagalan, frustasi.
2
Apa yang belum saya pahami?
Mengenai penilaian afektif ini, ada hal yang belum saya pahami, diantaranya yaitu apa saja Komponen afektif yang penting untuk diukur dalam matematika
3
Usaha-usaha apa saja yang dilakukan supaya saya paham?
Berdasarkan beberapa hal yang belum dipahami seperti yang dipaparkan pada pembahasan sebelumnya, usaha-usaha yang dilakukan agar segera paham yaitu dengan cara:
a.    Mencoba memahami kembali materi tentang penilaian afektif dalam pembelajaran matematika dan lebih lengkap lagi mencari materi pembahasannya dengan literasi di internet dan buku
b.    Berdiskusi dengan teman dengan bertanya dan minta penjelasan kembali kepada teman.
4
Apa yang saya dapatkan dari diskusi dengan teman?
Yang saya dapatkan dari diskusi dengan teman saya yaitu: ternyata dalam matematika Komponen afektif yang penting untuk diukur yaitu dari:
Ø Sikap siswa terhadap matematika yang menyangkut perbuatan, perasaan, pikiran siswa yang didasarkan pada pendapat atau keyakinan pribadi. Sikap siswa dalam belajar matematik dapat positif, negatif, atau netral.
Ø Minat siswa terhadap pelajaran matematika berhubungan dengan keingintahuan, kecenderungan (hati) siswa yang tinggi, gairah atau keinginan terhadap pelajaran matematika.
Ø Konsep diri siswa terhadap pelajaran matematika berhubungan dengan pandangan terhadap kemampuan diri dalam belajar matematika. Misalnya batas kemampuan diri, kemanfaatan belajar matematika, dan lain-lain.

5
Apa yang saya berikan kepada teman?
Berdasarkan diskusi saya dengan teman yang saya temui, yang dapat saya berikan yaitu dengan adanya kami melakukan diskusi, membuat kami saling mengerti dan kami bisa bertukar ide maupun pendapat dari setiap poinnya.






(Weekly journal)

Nama              :     NUR ZAHARAH
NIM                :     P2A918023

Question Number
Question
Kamis, 21 Februari 2019
1
Apa yang telah saya pahami?
Yang dapat saya pahami dari materi penilaian kelas bahwasanya penilaian kelas merupakan suatu kegiatan pengumpulan informasi tentang proses dan hasil belajar siswa yang dilakukan oleh guru yang bersangkutan sehingga penilaian tersebut akan “mengukur apa yang hendak diukur” dari siswa.
Salah satu prinsip penilaian kelas yaitu, penilaian dilakukan oleh guru dan siswa. Hal ini perlu dilakukan bersama karena hanya guru yang bersangkutan yang paling tahu tingkat pencapaian belajar siswa yang diajarnya. Selain itu siswa yang telah diberitahu oleh guru tersebut bentuk/cara penilaiannya akan berusaha meningkatkan prestasinya sesuai dengan kemampuannya. Adapun ciri Penilaian Kelas, yaitu:
1.    Belajar Tuntas (mastery learning)
2.    Otentik
3.    Berkesinambungan
4.    Berdasarkan acuan kriteria/ patokan
5.    Menggunakan berbagai cara dan alat penilaian

2
Apa yang belum saya pahami?
Mengenai penilaian kelas ini, ada hal yang belum saya pahami, yaitu:  pada salah satu dari ciri penilaian kelas. Dimana pada salah ciri penilaian kelas disebutkan “Belajar Tuntas (mastery learning)” yaitu Peserta didik tidak diperkenankan mengerjakan pekerjaan berikutnya, sebelum mampu menyelesaikan pekerjaan dengan prosedur yang benar, dan hasil yang baik. Pada kenyataannya sangat sulit menerapkan belajar tuntas tersebut dalam dunia pendidikan, bagaimana pembelajaran yang sebenarnya.

3
Usaha-usaha apa saja yang dilakukan supaya saya paham?
Berdasarkan beberapa hal yang belum dipahami seperti yang dipaparkan pada pembahasan sebelumnya, usaha-usaha yang dilakukan agar segera paham yaitu dengan cara:
a.    Mencoba memahami kembali materi tentang penilaian autentik dalam pembelajaran matematika dan lebih lengkap lagi mencari materi pembahasannya dengan literasi di internet dan buku, dimana saya menemukan sebuah artikel yang dapat saya pahami bahwa model belajar tuntas pada mulanya diperkenalkan oleh Bloom dan Carroll (1963). Model ini tidak menerima perbedaan prestasi belajar diantara peserta didik. Metode ini berjalan dengan pandangan psikologis belajar modern yang berpegang kepada prinsip perbedaan individual dan belajar kelompok.
b.   Berdiskusi dengan teman dengan bertanya dan minta penjelasan kembali kepada teman.

4
Apa yang saya dapatkan dari diskusi dengan teman?
Berdsarkan pemaparan materi dan diskusi dengan teman saya, yang saya dapatkan dari diskusi tersebut yaitu:
a.    LM, dia adalah salah satu teman saya di program studi Magister Pendidikan Matematika UNJA angkatan 2018. Berdasarkan hasil diskusi dengan beliau, beliau sangat setuju terhadap penerapan belajar tuntas, Karena pada umumnya pengetahuan itu dikategorikan ke dalam 3 kategori, yakni deklaratif, prosedural dan kondisional. Nah belajar tuntas ini sangat mendukung pada pengetahuan procedural, dimana menurut beliau siswa jika sudah tau bagaimana membagi dengan benar dan menemukan hasil dengan benar, maka pengetahuan prosedural mereka sudah terpenuhi dan bisa lanjut pada materi selanjutnya.

5
Apa yang saya berikan kepada teman?
Berdasarkan diskusi saya dengan teman yang saya temui, ada beberapa hal yang dapat saya berikan:
a.    LM, Diskusi membahas penilaian kelas membuat kami saling mengerti dampak yang akan dihasilkan dari setiap poinnya
b.   dan kepada beliau saya mengatakan bahwa saya menerima apa yang disampaikan beliau.









(Weekly journal)

Nama              :     NUR ZAHARAH
NIM                :     P2A918023
Materi            : Analysis Of Psychomotor Domain As A Relevant Factor In The Understanding Of Mathematical Concepts (Analisis Domain Psikomotor Sebagai Faktor Relevan Dalam Memahami Konsep Matematika)”.

Question Number
Question
Selasa, 26 Februari 2019
1
Apa yang telah saya pahami?
Yang dapat saya pahami dari materi domain psikomotor bahwasanya domain psikomotor terkait dengan aktivitas otot dengan gerakan tubuh, anggota badan, atau bagian tubuh lainnya (misalnya jari) yang diperlukan untuk tindakan tertentu.
Ranah psikomotor merupakan ranah yang berkaitan dengan keterampilan (skill) atau kemampuan bertindak setelah seseorang menerima pengalaman belajar tertentu. Hasil belajar psikomotor ini sebenarnya merupakan kelanjutan dari hasil belajar kognitif (memahami sesuatu) dan dan hasil belajar afektif (yang baru tampak dalam bentuk kecenderungan-kecenderungan berperilaku).

2
Apa yang belum saya pahami?
Mengenai domain psikomotor ini, ada beberapa hal yang belum saya pahami, yaitu saya belum memahami apa yang menjadi tolak ukur dalam penilaian psikomotorik dalam hal pemahaman konsep matematika.

3
Usaha-usaha apa saja yang dilakukan supaya saya paham?
Berdasarkan beberapa hal yang belum dipahami seperti yang dipaparkan pada pembahasan sebelumnya, usaha-usaha yang  saya lakukan agar segera paham yaitu dengan cara:
a.    Mencoba memahami kembali materi tentang domain psikomotor dalam pembelajaran matematika dan lebih lengkap lagi mencari materi pembahasannya dengan literasi di internet dan buku
b.   Berdiskusi dengan teman dengan bertanya dan minta penjelasan kembali kepada teman.

4
Apa yang saya dapatkan dari teman?
Yang saya dapatkan dari diskusi dengan teman saya yaitu:
Ø  WN, dia adalah salah satu teman saya di program studi Magister Pendidikan Matematika UNJA angkatan 2018. Berdasarkan hasil diskusi dengan beliau, ternyata dia berpendapat bahwa yang menjadi tolak ukur dalam penilaian psikomotor dalam hal pemahaman konsep, dapat diambil dari kriteria Leighbody (1968) berpendapat bahwa penilaian hasil belajar psikomotor mencakup: (1) kemampuan menggunakan alat dan sikap kerja, (2) kemampuan menganalisis suatu pekerjaan dan menyusun urut-urutan pengerjaan, (3) kecepatan mengerjakan tugas, (4) kemampuan membaca gambar dan atau simbol, (5) keserasian bentuk dengan yang diharapkan dan atau ukuran yang telah ditentukan.

5
Apa yang saya berikan kepada teman?
Berdasarkan diskusi saya dengan teman yang saya temui, ada beberapa hal yang dapat saya berikan:
a.    WN, Diskusi membahas domain psikomotor membuat kami saling mengerti bagaimana seharusnya menggunakan penilaian domain psikomotor dan dampak yang akan dihasilkan dari setiap poinnya.
b.    Kepada beliau saya mengatakan bahwa saya menerima apa yang disampaikan beliau.