(Weekly journal)
Nama : NUR ZAHARAH
NIM : P2A918023
Materi : Criteria For Authentic Assessment Of Mathematics: Understanding Success, Failure and Inequality
Question
Number
|
Question
|
Selasa, 5
Februari 2019
|
1
|
Apa yang telah saya pahami?
|
Yang dapat saya pahami dari materi penilaian autentik bahwasanya
penilaian autentik merupakan proses pengumpulan data oleh guru
tentang perkembangan dan pencapaian pembelajaran yang dilakukan anak didik
melalui berbagai teknik yang mampu menunjukkan bahwa tujuan pembelajaran
telah benar-benar tercapai dengan baik, sehingga anak didik mampu menguasai
materi pembelajaran yang telah disampaikan, jadi penilaian autentik menilai
apa adanya secara keseluruhan proses pembelajaran, tidak direkayasa maupun
dimanipulasi.
Ternyata
ada beberapa aspek yang dinilai dalam penilaian autentik, yaitu: dari segi
kurikulum, keterlaksanaannya oleh guru, keterlaksanaannya oleh siswa,
motivasi belajar siswa, keaktifan para siswa dalam kegiatan belajar dan
interaksi guru dan siswa.
|
2
|
Apa yang belum saya pahami?
|
Mengenai penilaian
autentik ini, ada
beberapa hal yang belum saya pahami, diantaranya:
a. Saya belum memahami betuk-bentuk penilaian
autentik secara spesifik
b. Dalam suatu proses pembelajaran, penilaian
autentik menilai hasil belajar dari aspek apa saja
|
3
|
Usaha-usaha apa saja yang
dilakukan supaya saya paham?
|
Berdasarkan beberapa hal yang belum dipahami seperti yang
dipaparkan pada pembahasan sebelumnya, usaha-usaha yang dilakukan agar segera
paham yaitu dengan cara:
a.
Mencoba memahami kembali materi
tentang penilaian autentik dalam pembelajaran matematika dan lebih lengkap
lagi mencari materi pembahasannya dengan literasi di internet dan buku
b. Berdiskusi dengan teman dengan bertanya dan minta
penjelasan kembali kepada teman.
|
4
|
Apa yang saya dapatkan dari diskusi
dengan teman?
|
Ada beberapa hal yang saya dapatkan dari diskusi dengan
teman saya yaitu:
a. SNW, dia adalah salah satu teman saya di
program studi Magister Pendidikan Matematika UNJA angkatan 2018. Berdasarkan hasil
diskusi dengan beliau, ternyata beliau mengatakan bahwa bentuk-bentuk
penilaian autentik banyak macamnya yaitu bisa dengan unjuk
kerja, penugasan (project), kinerja (hasil karya/product), portofolio
(kumpulan kerja siswa), maupun penilaian diri (self assessment)
b. NA beliau adalah teman saya yang menjadi guru
di salah satu SMP di kota jambi, berdasarkan diskusi dengan beliau, yang saya
dapatkan ternyata dalam suatu proses pembelajaran, penilaian
autentik menilai hasil belajar dari aspek domain kognitif, afektif, dan
psikomotor, baik yang tampak sebagai hasil akhir dari suatu proses
pembelajaran, maupun berupa perubahan dan perkembangan aktivitas, dan
perolehan belajar selama proses pembelajaran didalam kelas maupun diluar
kelas.
|
5
|
Apa yang saya berikan kepada
teman?
|
Berdasarkan diskusi saya dengan teman yang saya temui, ada
beberapa hal yang dapat saya berikan:
a. SNW, Diskusi membahas
penilaian autentik membuat kami saling mengerti dampak yang akan dihasilkan
dari setiap poinnya
b.
NA, kepada beliau saya mengatakan bahwa saya menerima apa yang
disampaikan beliau.
|
(Weekly journal)
Nama :
NUR ZAHARAH
NIM : P2A918023
Materi : Penilaian Afektif dalam Pembelajaran Matematika
Question
Number
|
Question
|
Kamis, 14
Februari 2019
|
1
|
Apa yang telah saya pahami?
|
Yang dapat saya pahami dari materi penilaian afektif
bahwasanya penilaian afektif berkaitan dengan sikap dan nilai,
dimana ranah afektif mencakup watak perilaku seperti perasaan, minat, sikap,
emosi, dan nilai. Pada penilaian afektif harus dibangun beberapa
keyakinan yaitu:
Ø keyakinan
tentang diri sendiri sebagai pembelajar matematika
Ø Keyakinan
tentang peran guru matematika termasuk aspek metodologi, sumber pengajaran yang digunakan, interaksi
antar guru dan murid.
Ø Keyakinan
yang sesuai dengan konteks sosial dan keluarga, berkaitan dengan minat dan
harapan orang tua dan teman sekelas
Ø Sikap
dan reaksi emosional terhadap matematika dan pembelajarannya; tingkat
kecemasan, takut salah, rasa kegagalan, frustasi.
|
2
|
Apa yang belum saya pahami?
|
Mengenai penilaian afektif
ini, ada hal yang belum saya pahami, diantaranya yaitu apa saja Komponen
afektif yang penting untuk diukur dalam matematika
|
3
|
Usaha-usaha apa saja yang
dilakukan supaya saya paham?
|
Berdasarkan beberapa hal yang belum dipahami seperti yang
dipaparkan pada pembahasan sebelumnya, usaha-usaha yang dilakukan agar segera
paham yaitu dengan cara:
a.
Mencoba memahami kembali materi
tentang penilaian afektif dalam pembelajaran matematika dan lebih lengkap
lagi mencari materi pembahasannya dengan literasi di internet dan buku
b.
Berdiskusi dengan teman dengan bertanya dan minta
penjelasan kembali kepada teman.
|
4
|
Apa yang saya dapatkan dari diskusi
dengan teman?
|
Yang saya dapatkan
dari diskusi dengan teman saya yaitu: ternyata dalam matematika Komponen
afektif yang penting untuk diukur yaitu dari:
Ø Sikap
siswa terhadap matematika yang menyangkut perbuatan, perasaan, pikiran siswa
yang didasarkan pada pendapat atau keyakinan pribadi. Sikap siswa dalam
belajar matematik dapat positif, negatif, atau netral.
Ø Minat
siswa terhadap pelajaran matematika berhubungan dengan keingintahuan,
kecenderungan (hati) siswa yang tinggi, gairah atau keinginan terhadap
pelajaran matematika.
Ø Konsep
diri siswa terhadap pelajaran matematika berhubungan dengan pandangan
terhadap kemampuan diri dalam belajar matematika. Misalnya batas kemampuan
diri, kemanfaatan belajar matematika, dan lain-lain.
|
5
|
Apa yang saya berikan kepada
teman?
|
Berdasarkan diskusi saya dengan teman yang saya temui, yang
dapat saya berikan yaitu dengan adanya kami melakukan diskusi, membuat
kami saling mengerti dan kami bisa bertukar ide maupun pendapat dari setiap
poinnya.
|
(Weekly journal)
Nama : NUR ZAHARAH
NIM : P2A918023
Question
Number
|
Question
|
Kamis, 21
Februari 2019
|
1
|
Apa yang telah saya pahami?
|
Yang dapat saya pahami dari materi penilaian kelas
bahwasanya penilaian kelas merupakan suatu kegiatan
pengumpulan informasi tentang proses dan hasil belajar siswa yang
dilakukan oleh guru yang bersangkutan sehingga penilaian tersebut akan
“mengukur apa yang hendak diukur” dari siswa.
Salah
satu prinsip penilaian kelas yaitu, penilaian dilakukan oleh guru
dan siswa. Hal ini perlu dilakukan bersama karena hanya guru yang
bersangkutan yang paling tahu tingkat pencapaian belajar siswa yang
diajarnya. Selain itu siswa yang telah diberitahu oleh guru tersebut
bentuk/cara penilaiannya akan berusaha meningkatkan prestasinya sesuai dengan
kemampuannya. Adapun ciri Penilaian Kelas, yaitu:
1. Belajar
Tuntas (mastery learning)
2. Otentik
3. Berkesinambungan
4. Berdasarkan
acuan kriteria/ patokan
5. Menggunakan
berbagai cara dan alat penilaian
|
2
|
Apa yang belum saya pahami?
|
Mengenai penilaian kelas ini, ada hal yang belum saya pahami, yaitu: pada salah satu dari ciri penilaian
kelas. Dimana pada salah ciri penilaian kelas disebutkan “Belajar Tuntas (mastery learning)” yaitu Peserta didik
tidak diperkenankan mengerjakan pekerjaan berikutnya, sebelum mampu
menyelesaikan pekerjaan dengan prosedur yang benar, dan hasil yang baik. Pada
kenyataannya sangat sulit menerapkan belajar tuntas tersebut dalam dunia
pendidikan, bagaimana pembelajaran yang sebenarnya.
|
3
|
Usaha-usaha apa saja yang
dilakukan supaya saya paham?
|
Berdasarkan beberapa hal yang belum dipahami seperti yang
dipaparkan pada pembahasan sebelumnya, usaha-usaha yang dilakukan agar segera
paham yaitu dengan cara:
a.
Mencoba memahami kembali materi
tentang penilaian autentik dalam pembelajaran matematika dan lebih lengkap
lagi mencari materi pembahasannya dengan literasi di internet dan buku,
dimana saya menemukan sebuah artikel yang dapat saya pahami bahwa model belajar tuntas pada
mulanya diperkenalkan oleh Bloom dan Carroll (1963). Model ini tidak menerima
perbedaan prestasi belajar diantara peserta didik. Metode ini berjalan dengan
pandangan psikologis belajar modern yang berpegang kepada prinsip perbedaan
individual dan belajar kelompok.
b.
Berdiskusi dengan teman dengan bertanya dan minta
penjelasan kembali kepada teman.
|
4
|
Apa yang saya dapatkan dari diskusi
dengan teman?
|
Berdsarkan pemaparan materi dan diskusi
dengan teman saya, yang saya dapatkan dari diskusi tersebut yaitu:
a.
LM, dia adalah salah satu teman saya di program studi Magister
Pendidikan Matematika UNJA angkatan 2018. Berdasarkan hasil diskusi dengan
beliau, beliau sangat setuju terhadap penerapan belajar tuntas, Karena
pada umumnya pengetahuan itu dikategorikan ke dalam 3 kategori, yakni
deklaratif, prosedural dan kondisional. Nah belajar tuntas ini sangat
mendukung pada pengetahuan procedural, dimana menurut beliau siswa jika sudah
tau bagaimana membagi dengan benar dan menemukan hasil dengan benar, maka
pengetahuan prosedural mereka sudah terpenuhi dan bisa lanjut pada materi
selanjutnya.
|
5
|
Apa yang saya berikan kepada
teman?
|
Berdasarkan diskusi saya dengan teman yang saya temui, ada
beberapa hal yang dapat saya berikan:
a.
LM, Diskusi membahas penilaian kelas membuat kami
saling mengerti dampak yang akan dihasilkan dari setiap poinnya
b.
dan kepada beliau saya mengatakan bahwa saya menerima apa yang
disampaikan beliau.
|
(Weekly journal)
Nama : NUR ZAHARAH
NIM : P2A918023
Materi : Analysis Of Psychomotor Domain As A Relevant Factor In The
Understanding Of Mathematical Concepts (Analisis
Domain Psikomotor Sebagai Faktor Relevan Dalam Memahami Konsep Matematika)”.
Question
Number
|
Question
|
Selasa, 26
Februari 2019
|
1
|
Apa yang telah saya pahami?
|
Yang dapat saya pahami dari materi domain psikomotor
bahwasanya domain psikomotor terkait dengan aktivitas otot
dengan gerakan tubuh, anggota badan, atau bagian tubuh lainnya (misalnya
jari) yang diperlukan untuk tindakan tertentu.
Ranah
psikomotor merupakan ranah yang berkaitan dengan keterampilan (skill) atau
kemampuan bertindak setelah seseorang menerima pengalaman belajar tertentu.
Hasil belajar psikomotor ini sebenarnya merupakan kelanjutan dari hasil
belajar kognitif (memahami sesuatu) dan dan hasil belajar afektif (yang baru
tampak dalam bentuk kecenderungan-kecenderungan berperilaku).
|
2
|
Apa yang belum saya pahami?
|
Mengenai domain psikomotor ini, ada beberapa hal yang belum
saya pahami, yaitu saya belum memahami apa yang menjadi tolak ukur
dalam penilaian psikomotorik dalam hal pemahaman konsep matematika.
|
3
|
Usaha-usaha apa saja yang
dilakukan supaya saya paham?
|
Berdasarkan beberapa hal yang belum dipahami seperti yang
dipaparkan pada pembahasan sebelumnya, usaha-usaha yang saya lakukan agar segera paham yaitu dengan
cara:
a.
Mencoba memahami kembali materi
tentang domain psikomotor dalam pembelajaran matematika dan lebih lengkap
lagi mencari materi pembahasannya dengan literasi di internet dan buku
b.
Berdiskusi dengan teman dengan bertanya dan minta
penjelasan kembali kepada teman.
|
4
|
Apa yang saya dapatkan dari
teman?
|
Yang saya dapatkan dari diskusi dengan teman saya yaitu:
Ø WN, dia adalah salah satu teman saya di
program studi Magister Pendidikan Matematika UNJA angkatan 2018. Berdasarkan hasil
diskusi dengan beliau, ternyata dia berpendapat bahwa yang
menjadi tolak ukur dalam penilaian psikomotor dalam hal pemahaman konsep,
dapat diambil dari kriteria Leighbody (1968) berpendapat bahwa penilaian
hasil belajar psikomotor mencakup: (1) kemampuan menggunakan alat dan sikap
kerja, (2) kemampuan menganalisis suatu pekerjaan dan menyusun urut-urutan
pengerjaan, (3) kecepatan mengerjakan tugas, (4) kemampuan membaca gambar dan
atau simbol, (5) keserasian bentuk dengan yang diharapkan dan atau ukuran
yang telah ditentukan.
|
5
|
Apa yang saya berikan kepada
teman?
|
Berdasarkan diskusi saya dengan teman yang saya temui, ada
beberapa hal yang dapat saya berikan:
a.
WN, Diskusi membahas domain psikomotor membuat kami
saling mengerti bagaimana seharusnya menggunakan penilaian domain psikomotor
dan dampak yang akan dihasilkan dari setiap poinnya.
b.
Kepada beliau saya mengatakan bahwa saya menerima apa yang disampaikan
beliau.
|