Teman-teman
adakah yang sudah pernah mendengar istilah multimedia? Kita semua pasti sering mendengarkan
istilah tersebut, namun masih banyak dari kita yang belum mengetahui makna
sebenarnya dari kata “multimedia”.
Multimedia diambil dari kata multi dan media.
Multi berarti banyak dan media berarti perantara. Menurut
Houghton (dalam Sumarno, 2011) mendefisikan multimedia sebagai bentuk
komunikasi multi bentuk dengan menggunakan perangkat komputer atau sejenisnya. Adapun Menurut Mc.
Cormik (dalam Darmawan, 2011: 32) mengatakan bahwa multimedia merupakan
sebuah kombinasi tiga elemen yaitu suara, gambar dan teks. Dari beberapa
pendapat para ahli diatas, maka dapat penulis simpulkan bahwa multimedia adalah
perantara penggunaan beberapa media yang
dikombinasikan sehingga dapat menghasilkan text, audio, grafis, animasi, dan
video.
Setelah
kita mengetahui makna dari multimedia, maka selanjutnya kita bisa mengetahui
apa itu multimedia pembelajaran. Menurut penulis multimedia pembelajaran adalah
segala sesuatu (perantara) yang dapat digunakan untuk menstimulus (merangsang)
fikiran, perasaan, perhatian, minat dan kemampuan pembelajar melalui text,
audio, grafis, animasi dan video sehingga mendorong terjadinya kegiatan belajar
untuk mencapai tujuan belajar.
Landasan-landasan teoritis multimedia pembelajaran yaitu:
- Landasan Filosofis
Daryanto
(2010:12) memaparkan landasan filosofis penggunaan media pembelajaran yaitu
bahwa dengan digunakannya berbagai jenis media hasil teknologi baru di dalam
kelas, akan berakibat proses pembelajaran yang kurang manusiawi. Bisa
dikatakan, penerapan teknologi dalam pembelajaran akan terjadi dehumanisasi.
Tetapi, karena harkat kemanusiaannya siswa diberi kebebasan untuk menentukan pilihan,
baik cara maupun alat belajar sesuai dengan kemampuannya.
Bukankah
dengan adanya berbagai media pembelajaran justru siswa dapat mempunyai banyak
pilihan media pembelajaran untuk digunakan dalam proses pembelajaran yang
sesuai dengan karakteristik pribadinya? Dengan kata lain siswa sangat dihargai
harkat kemanusiaanya diberi kebebasan untuk menentukan pilhan, baik cara maupun
alat belajar sesuai dengan kemampuannya. Dengan demikian, penerapan teknologi
tidak berarti dehumanisasi. Sebenarnya perbedaan pendapat tersebut tidak perlu
muncul, yang penting bagaimana pandangan guru terhadap siswa dalam proses
pembelajaran. Jika guru menganggap siswa sebagai anak manusia yang memiliki
keprbadian, harga diri, motivasi, dan memiliki kemampuan pribadi yang berbeda
dengan yang lain, maka baik menggunakan media hasil teknologi baru atau tidak,
proses pembelajaran yang dilakukan akan tetap menggunakan pendekatan humanis.
2. Landasan Psikologis
Dengan
memperhatikan kompleks dan uniknya proses belajar, maka ketepatan pemilihan
media dan metode pembelajaran akan sangat berpengaruh terhadap hasil belajar
siswa. Di samping itu, persepsi siswa juga sangat mempengaruhi hasil belajar.
Oleh sebab itu, dalam pemilihan media, di samping memperhatikan kompleksitas
dan keunikan proses belajar, memahami makna persepsi serta faktor-faktor yang
berpengaruh terhadap penjelasan persepsi hendaknya diupayakan secara optimal
agar proses pembelajaran dapat berlangsung secara efektif.
3. Landasan Teknologis
Daryanto
(2011:15) memaparkan landasan teknologis dalam penggunaan media pembelajaran
dimana Teknologi pembelajaran adalah teori dan praktek perancangan,
pengembangan, penerapan, pengelolaan, dan penilaian proses dan sumber
belajar. Jadi, teknologi pembelajaran merupakan proses
kompleks dan terpadu yang melibatkan orang, prosedur, ide, peralatan, dan
organisasi untuk menganalisis masalah, mencari cara pemecahan, melaksanakan,
mengevaluasi, dan mengelola pemecahan masalah-masalah dalam situasi di mana
kegiatan belajar itu mempunyai tujuan dan terkontrol.
4. Landasan Empiris
Daryanto
(2011:16) memaparkan landasan empiris dalam penggunaan media pembelajaran
dimana temuan-temuan penelitian menunjukkan bahwa terdapat interaksi antara
penggunaan media pembelajaran dan karakteristik belajar siswa dalam menentukan
hasil belajar siswa. Artinya, siswa akan mendapat keuntungan yang signifikan
bila ia belajar dengan menggunakan media yang sesuai dengan karakteristik tipe
atau gaya belajarnya.
Siswa yang memilih tipe belajar visual akan lebih memperoleh keuntungan bila pembelajaran menggunakan media visual, seperti gambar, diagram, video, atua film. Sementara siswa yang memilih tipe belajar auditif, akan lebih suka belajar dengan media audio, seperti radio, rekaman suara, atau ceramah guru. Akan lebih tepat dan menguntungkan siswa dari kedua tipe belajar tersebut jika menggunakan media audio-visual.
Berdasarkan landasan rasional empiris tersebut, maka pemilihan media pembelajaran hendaknya jangan atas dasar kesukaan guru, tetapi harus mempertimbangkan kesesuaian antara karakteristik peserta didik, karakteristik materi atau mata pelajaran, dan karakteristik media itu sendiri. Agar penggunaan media pembelajaran berlangsung efektif, guru sebaiknya memahami gaya-gaya belajar siswa
5. Landasan Historis
Siswa yang memilih tipe belajar visual akan lebih memperoleh keuntungan bila pembelajaran menggunakan media visual, seperti gambar, diagram, video, atua film. Sementara siswa yang memilih tipe belajar auditif, akan lebih suka belajar dengan media audio, seperti radio, rekaman suara, atau ceramah guru. Akan lebih tepat dan menguntungkan siswa dari kedua tipe belajar tersebut jika menggunakan media audio-visual.
Berdasarkan landasan rasional empiris tersebut, maka pemilihan media pembelajaran hendaknya jangan atas dasar kesukaan guru, tetapi harus mempertimbangkan kesesuaian antara karakteristik peserta didik, karakteristik materi atau mata pelajaran, dan karakteristik media itu sendiri. Agar penggunaan media pembelajaran berlangsung efektif, guru sebaiknya memahami gaya-gaya belajar siswa
5. Landasan Historis
Landasan
historis media pembelajaran ialah rational penggunaan media pembelajaran
ditinjau dari sejarah konsep istilah media digunakan dalam pembelajaran.
Perkembangan konsep media pembelajaran sebenarnya bermula dengan lahirnya
konsepsi pengajaran visual atau alat bantu visual sekitar tahun 1923.
Berdasarkan penjelasan diatas, penulis masih belum memahami beberapa penjelasan, sehingga muncul pertanyaan yaitu :
Berdasarkan 5 landasan teoritis multimedia pembelajaran, Apa landasan yang paling mendasar dalam pemilihan suatu media
yang sesuai dengan pembelajaran yang berlaku? Dan jika salah satu landasan di atas tidak terpenuhi apakah masih dapat
dikatakan multimedia pembelajaran?
DAFTAR
PUSTAKA
https://pengembanganpembelajaranpai.wordpress.com/2015/11/22/landasan-teoritis-penggunaan-media-pembelajaran/
(Dikunjungi pada 26 Agustus 2018)
https://ekokhoerul.wordpress.com/2012/06/27/definisi-multimedia-dari-para-ahli/#more-55
(Dikunjungi pada 26 Agustus 2018)
http://sriwahyunioktavia20.blogspot.com/2017/01/landasan-teori-multimedia-pembelajaran.html
(Dikunjungi pada 26 Agustus 2018)
http://mellapuspita17.blogspot.com/2017/02/landasan-teoritis-multimedia.html
(Dikunjungi pada 26 Agustus 2018)
(Dikunjungi
pada 26 Agustus 2018)