Senin, 27 Agustus 2018

Landasan Teoritis Multimedia Pembelajaran


Teman-teman adakah yang sudah pernah mendengar istilah multimedia? Kita semua pasti sering mendengarkan istilah tersebut, namun masih banyak dari kita yang belum mengetahui makna sebenarnya dari kata “multimedia”.
Multimedia diambil dari kata multi dan media. Multi berarti banyak dan media berarti perantara. Menurut Houghton (dalam Sumarno, 2011) mendefisikan multimedia sebagai bentuk komunikasi multi bentuk dengan menggunakan perangkat komputer atau sejenisnya. Adapun Menurut Mc. Cormik  (dalam Darmawan, 2011: 32) mengatakan bahwa multimedia merupakan sebuah kombinasi tiga elemen yaitu suara, gambar dan teks. Dari beberapa pendapat para ahli diatas, maka dapat penulis simpulkan bahwa multimedia adalah  perantara penggunaan beberapa media yang dikombinasikan sehingga dapat menghasilkan text, audio, grafis, animasi, dan video.
Setelah kita mengetahui makna dari multimedia, maka selanjutnya kita bisa mengetahui apa itu multimedia pembelajaran. Menurut penulis multimedia pembelajaran adalah segala sesuatu (perantara) yang dapat digunakan untuk menstimulus (merangsang) fikiran, perasaan, perhatian, minat dan kemampuan pembelajar melalui text, audio, grafis, animasi dan video sehingga mendorong terjadinya kegiatan belajar untuk mencapai tujuan belajar.

Landasan-landasan teoritis multimedia pembelajaran yaitu:
  1. Landasan Filosofis
Daryanto (2010:12) memaparkan landasan filosofis penggunaan media pembelajaran yaitu bahwa dengan digunakannya berbagai jenis media hasil teknologi baru di dalam kelas, akan berakibat proses pembelajaran yang kurang manusiawi. Bisa dikatakan, penerapan teknologi dalam pembelajaran akan terjadi dehumanisasi. Tetapi, karena harkat kemanusiaannya siswa  diberi kebebasan untuk menentukan pilihan, baik cara maupun alat belajar sesuai dengan kemampuannya. 
Bukankah dengan adanya berbagai media pembelajaran justru siswa dapat mempunyai banyak pilihan media pembelajaran untuk digunakan dalam proses pembelajaran yang sesuai dengan karakteristik pribadinya? Dengan kata lain siswa sangat dihargai harkat kemanusiaanya diberi kebebasan untuk menentukan pilhan, baik cara maupun alat belajar sesuai dengan kemampuannya. Dengan demikian, penerapan teknologi tidak berarti dehumanisasi. Sebenarnya perbedaan pendapat tersebut tidak perlu muncul, yang penting bagaimana pandangan guru terhadap siswa dalam proses pembelajaran. Jika guru menganggap siswa sebagai anak manusia yang memiliki keprbadian, harga diri, motivasi, dan memiliki kemampuan pribadi yang berbeda dengan yang lain, maka baik menggunakan media hasil teknologi baru atau tidak, proses pembelajaran yang dilakukan akan tetap menggunakan pendekatan humanis.

2. Landasan Psikologis
Dengan memperhatikan kompleks dan uniknya proses belajar, maka ketepatan pemilihan media dan metode pembelajaran akan sangat berpengaruh terhadap hasil belajar siswa. Di samping itu, persepsi siswa juga sangat mempengaruhi hasil belajar. Oleh sebab itu, dalam pemilihan media, di samping memperhatikan kompleksitas dan keunikan proses belajar, memahami makna persepsi serta faktor-faktor yang berpengaruh terhadap penjelasan persepsi hendaknya diupayakan secara optimal agar proses pembelajaran dapat berlangsung secara efektif. 

3Landasan Teknologis
Daryanto (2011:15) memaparkan landasan teknologis dalam penggunaan media pembelajaran dimana Teknologi pembelajaran adalah teori dan praktek perancangan, pengembangan, penerapan, pengelolaan, dan penilaian proses dan sumber belajar. Jadi, teknologi pembelajaran merupakan proses kompleks dan terpadu yang melibatkan orang, prosedur, ide, peralatan, dan organisasi untuk menganalisis masalah, mencari cara pemecahan, melaksanakan, mengevaluasi, dan mengelola pemecahan masalah-masalah dalam situasi di mana kegiatan belajar itu mempunyai tujuan dan terkontrol. 

4. Landasan Empiris
Daryanto (2011:16) memaparkan landasan empiris dalam penggunaan media pembelajaran dimana temuan-temuan penelitian menunjukkan bahwa terdapat interaksi antara penggunaan media pembelajaran dan karakteristik belajar siswa dalam menentukan hasil belajar siswa. Artinya, siswa akan mendapat keuntungan yang signifikan bila ia belajar dengan menggunakan media yang sesuai dengan karakteristik tipe atau gaya belajarnya.
Siswa yang memilih tipe belajar visual akan lebih memperoleh keuntungan bila pembelajaran menggunakan media visual, seperti gambar, diagram, video, atua film. Sementara siswa yang memilih tipe belajar auditif, akan lebih suka belajar dengan media audio, seperti radio, rekaman suara, atau ceramah guru. Akan lebih tepat dan menguntungkan siswa dari kedua tipe belajar tersebut jika menggunakan media audio-visual. 
Berdasarkan landasan rasional empiris tersebut, maka pemilihan media pembelajaran hendaknya jangan atas dasar kesukaan guru, tetapi harus mempertimbangkan kesesuaian antara karakteristik peserta didik, karakteristik materi atau mata pelajaran, dan karakteristik media itu sendiri. Agar penggunaan media pembelajaran berlangsung efektif, guru sebaiknya memahami gaya-gaya belajar siswa

   5.   Landasan Historis
Landasan historis media pembelajaran ialah rational penggunaan media pembelajaran ditinjau dari sejarah konsep istilah media digunakan dalam pembelajaran. Perkembangan konsep media pembelajaran sebenarnya bermula dengan lahirnya konsepsi pengajaran visual atau alat bantu visual sekitar tahun 1923.

Berdasarkan penjelasan diatas, penulis masih belum memahami beberapa penjelasan, sehingga muncul pertanyaan yaitu :
Berdasarkan 5 landasan teoritis multimedia pembelajaran, Apa landasan yang paling mendasar dalam pemilihan suatu media yang sesuai dengan pembelajaran yang berlaku? Dan jika salah satu landasan di atas tidak terpenuhi apakah masih dapat dikatakan multimedia pembelajaran?

DAFTAR PUSTAKA
http://sriwahyunioktavia20.blogspot.com/2017/01/landasan-teori-multimedia-pembelajaran.html (Dikunjungi pada 26 Agustus 2018)
(Dikunjungi pada 26 Agustus 2018)