Hai
teman-teman semuanya. Pada pertemuan sebelumnya saya telah memaparkan hasil
observasi yang telah saya lakukan di salah satu sekolah yang berada di kota
Jambi. Dimana berdasarkan observasi yang telah saya lakukan ditemukan beberapa
permasalahan. Nah adapun pada kesempatan kali ini, saya akan memaparkan
multimedia pembelajaran yang telah saya buat yaitu berupa “power point”
berdasarkan prinsip-prinsip dalam pembuatan multimedia pembelajaran.
Sedikit
mengulang permasalahan yang terjadi pada sekolah yang telah di observasi. Permasalahan-permasalahan
yang terjadi di sekolah tersebut yaitu:
1. Tidak adanya
penggunaan multimedia pada saat proses belajar-mengajar
2. Ketidakefektivannya waktu
belajar
3. Bahan ajar (sumber
buku) yang tidak sesuai antara buku pegangan guru dan buku yang dimiliki siswa
4. Kondisi kelas; kondisi
kelas kurang kondusif karena ada beberapa anak yang telat masuk kelas setelah
beberapa menit pembelajaran dimulai sehingga membuat konsentrasi anak yang ada
di dalam kelas terganggu.
5.
Kenakalan siswa yang menonjol ; siswa berpindah-pindah tempat duduk, posisi
duduk yang kelewat santai sampai tidur-tiduran di atas meja, menguap, tidak
memperhatikan guru pada saat mengajar
1. Prinsip
multimedia
Murid bisa belajar lebih baik dari kata-kata dan
gambar-gambar daripada dari kata-kata saja. (Mayer,2009:93).
Multimedia yang telah penulis buat yaitu berupa power point, dimana pada power point tersebut penulis telah mengkombinasikan kata-kata dan gambar.
Multimedia yang telah penulis buat yaitu berupa power point, dimana pada power point tersebut penulis telah mengkombinasikan kata-kata dan gambar.
2. Prinsip
keterdekatan
a. a. Prinsip
keterdekatan ruang
Siswa
bisa belajar lebih baik saat kata-kata tercetak dan gambar-gambar yang terkait
disajikan saling berdekatan.
Pada
multimedia yang telah penulis buat, yaitu berupa power point, dimana pada power point tersebut menyajikan kata-kata
dan gambar-gambar yang terkait saling berdekatan. jadi pada saat menyajikannya kata-kata di slide tersebut tidak berjauhan.
b. b. Prinsip
keterdekatan waktu
Siswa
bisa belajar lebih baik jika kata-kata ternarasikan dan gambar-gambar yang
terkait disajikan pada waktu yang sama.
Pada
multimedia yang telah penulis buat, yaitu berupa power point, dimana pada power point tersebut menyajikan kata-kata yang ternarasikan dan gambar-gambar yang terkait disajikan pada waktu yang sama. jadi pada saat menampilkan kata-kata ataupun gambar pada slide di power point tersebut ditampilkan pada waktu yang sama, jadi tidak ada jarak waktu yang terlalu lama.
3. Prinsip
koherensi
Siswa bisa belajar lebih baik jika
hal-hal ekstra disisihkan . jadi pada power point yang penulis buat, apa-apa saja yang diluar konteks maka tidak penulis tampilkan. jadi baik materi, kata maupun gambar yang disajikan semuanya yang sesuai dengan konteks.
4. Prinsip
personalisasi
Pada power point yang telah penulis buat, dapat dilihat pada tampilan slidenya, kata-kata yang penulis gunakan yaitu kata-kata yang mudah dipahami siswa.
5. Prinsip sinyal
Siswa belajar lebih baik ketika kata-kata diikuti
dengan clue, highlight, penekanan yang relevan terhadap apa yang di sajikan.
pada power point yang telah penulis buat yaitu dapat dilihat pada slide, penulis membuat kata-kata yang ada di teks dilakukan penekanan yaitu berupa pewarnaan pada kata yang penting berupa warna tulisan "merah".
pada power point yang telah penulis buat yaitu dapat dilihat pada slide, penulis membuat kata-kata yang ada di teks dilakukan penekanan yaitu berupa pewarnaan pada kata yang penting berupa warna tulisan "merah".
Itulah multimedia yang penulis buat dengan menerapkan prinsip-prinsip dalam mendesain multimedia Bagi teman-teman yang ingin melihat lebih lenhkapnya dapat di unduh di https://youtu.be/4zrHOQG4UQY.
Terimkasih sudah berkunjung, silahkan tinggalkan kritik dan saran di kolom komentar



Postingan penulis akan lebih bagus jika penulis menyebutkan letak prinsip2 multimedia pada media yang penulis buat..
BalasHapuskarena sebagai pembaca saya belum menemukan hal tsb
Menurut saya penulis belum menggunakan prinsip multimedia dan prinsip keterdekatan, karna menurut gambar yg penulis paparkan dalam blog ini, penulis tidak menampilkan gambar yg berkaitan dengan materi, hanya rumus yg dalam bentuk gambar pada penjelasan prinsip keterdekatan.
BalasHapusMenurut saya penggunaan media bukanlah hal yang mendasar dari solusi permasalahan diatas. Solusi yang dibutuhkan dari permasalahan diatas yaitu cara guru mengajar dan ketegasan guru dalam mengajar. Seperti siswa yang terlambat langsung masuk saja dan guru tidak menegur, siswa yang mengantuk dikelas. Ini perlu perubahan dari guru untuk memperhatikan siswanya, bagaimana guru mengatur kelas tersebut dan metode yang digunakan saat mengajar. Setelah semuanya tepat pada tempatnya barulah peran media pembelajaran ini bermain.
BalasHapusmenurut saya penulis belum secara detail menjelaskan kaitan prinsip* multimedia pembelajaran dengan multimedia yg telah dibuat. Akan lebih baik jika ditambahkan.
BalasHapus