Selasa, 18 September 2018

Pembuatan Multimedia yang Sesuai Dengan Prinsip-Prinsip Desain Multimedia


Hai teman-teman semuanya. Pada pertemuan sebelumnya saya telah memaparkan hasil observasi yang telah saya lakukan di salah satu sekolah yang berada di kota Jambi. Dimana berdasarkan observasi yang telah saya lakukan ditemukan beberapa permasalahan. Nah adapun pada kesempatan kali ini, saya akan memaparkan multimedia pembelajaran yang telah saya buat yaitu berupa “power point” berdasarkan prinsip-prinsip dalam pembuatan multimedia pembelajaran.
Sedikit mengulang permasalahan yang terjadi pada sekolah yang telah di observasi. Permasalahan-permasalahan yang terjadi di sekolah tersebut yaitu:
1. Tidak adanya penggunaan multimedia pada saat proses belajar-mengajar
2. Ketidakefektivannya waktu belajar
3. Bahan ajar (sumber buku) yang tidak sesuai antara buku pegangan guru dan buku yang dimiliki  siswa
4. Kondisi kelas; kondisi kelas kurang kondusif karena ada beberapa anak yang telat masuk kelas setelah beberapa menit pembelajaran dimulai sehingga membuat konsentrasi anak yang ada di dalam kelas terganggu.
5. Kenakalan siswa yang menonjol ; siswa berpindah-pindah tempat duduk, posisi duduk yang     kelewat santai sampai tidur-tiduran di atas meja, menguap, tidak memperhatikan guru pada saat   mengajar
           Berdasarkan permasalahan yang terjadi di lapangan, maka dari itu penulis mencoba mendesain multimedia pembelajaran yang sesuai dengan prinsip-prinsip dalam mendesain multimedia pembelajaran untuk mengatasi permasalahan tersebut. Adapun multimedia yang telah penulis buat yaitu berupa power point. Power point ini dipilih untuk mengatasi masalah yang terjadi di sekolah tersebut karena proses pembuatannya terkategori mudah dan di dalam powert point tersebut kita bisa mencantumkan suara, gambar, animasi dan lain-lainnya. Dimana power point yang penulis buat sesuai dengan prinsip-prinsip desain multimedia yaitu:

1.   Prinsip multimedia
 Murid bisa belajar lebih baik dari kata-kata dan gambar-gambar daripada dari kata-kata saja.  (Mayer,2009:93). 
Multimedia yang telah penulis buat yaitu berupa power point, dimana pada power point tersebut penulis telah mengkombinasikan kata-kata dan gambar.

2.    Prinsip keterdekatan
a.          a.  Prinsip keterdekatan ruang
          Siswa bisa belajar lebih baik saat kata-kata tercetak dan gambar-gambar yang terkait disajikan            saling berdekatan.

          Pada multimedia yang telah penulis buat, yaitu berupa power point, dimana pada power point              tersebut menyajikan kata-kata dan  gambar-gambar yang terkait saling berdekatan. jadi pada                saat menyajikannya kata-kata di slide tersebut tidak berjauhan. 
b.              b. Prinsip keterdekatan waktu
         Siswa bisa belajar lebih baik jika kata-kata ternarasikan dan gambar-gambar yang terkait                     disajikan pada waktu yang sama.

         Pada multimedia yang telah penulis buat, yaitu berupa power point, dimana pada power point             tersebut menyajikan kata-kata yang ternarasikan dan gambar-gambar yang terkait disajikan                pada waktu yang sama. jadi pada saat menampilkan kata-kata ataupun gambar pada slide di                power point tersebut ditampilkan pada waktu yang sama, jadi tidak ada jarak waktu yang                    terlalu lama. 

3.      Prinsip koherensi
Siswa bisa belajar lebih baik jika hal-hal ekstra disisihkan . jadi pada power point yang penulis buat, apa-apa saja yang diluar konteks maka tidak penulis tampilkan. jadi baik materi, kata maupun gambar yang disajikan semuanya yang sesuai dengan konteks.

4.      Prinsip personalisasi
Menggunakan bahasa penyampaian materi yang ringan / tidak terlalu formal.

      Pada power point yang telah penulis buat, dapat dilihat pada tampilan slidenya, kata-kata yang penulis gunakan yaitu kata-kata yang mudah dipahami siswa.

5. Prinsip sinyal
Siswa belajar lebih baik ketika kata-kata diikuti dengan clue, highlight, penekanan yang relevan terhadap apa yang di sajikan.

pada power point yang telah penulis buat yaitu dapat dilihat pada slide, penulis membuat kata-kata yang ada di teks dilakukan penekanan yaitu berupa pewarnaan pada kata yang penting berupa warna tulisan "merah".

     Itulah multimedia yang penulis buat dengan menerapkan prinsip-prinsip dalam  mendesain multimedia Bagi teman-teman yang ingin melihat lebih lenhkapnya dapat di unduh di https://youtu.be/4zrHOQG4UQY.
Terimkasih sudah berkunjung, silahkan tinggalkan kritik dan saran di kolom komentar 

4 komentar:

  1. Postingan penulis akan lebih bagus jika penulis menyebutkan letak prinsip2 multimedia pada media yang penulis buat..
    karena sebagai pembaca saya belum menemukan hal tsb

    BalasHapus
  2. Menurut saya penulis belum menggunakan prinsip multimedia dan prinsip keterdekatan, karna menurut gambar yg penulis paparkan dalam blog ini, penulis tidak menampilkan gambar yg berkaitan dengan materi, hanya rumus yg dalam bentuk gambar pada penjelasan prinsip keterdekatan.

    BalasHapus
  3. Menurut saya penggunaan media bukanlah hal yang mendasar dari solusi permasalahan diatas. Solusi yang dibutuhkan dari permasalahan diatas yaitu cara guru mengajar dan ketegasan guru dalam mengajar. Seperti siswa yang terlambat langsung masuk saja dan guru tidak menegur, siswa yang mengantuk dikelas. Ini perlu perubahan dari guru untuk memperhatikan siswanya, bagaimana guru mengatur kelas tersebut dan metode yang digunakan saat mengajar. Setelah semuanya tepat pada tempatnya barulah peran media pembelajaran ini bermain.

    BalasHapus
  4. menurut saya penulis belum secara detail menjelaskan kaitan prinsip* multimedia pembelajaran dengan multimedia yg telah dibuat. Akan lebih baik jika ditambahkan.

    BalasHapus